Selasa, 09 Mei 2017

TENTANG DIRI SAYA

  Nama saya Muhammad Tri Hartono. Saya berusia 19 tahun dan merupakan seorang Mahasaisswa Tingkatan 1 di Gunadarma University.Saya dilahirkan pada delapan Desember tahun 1997 di sebuah hospital swasta yang terletak Jakartar. Saya mempunyai 2 Kakak dan merupakan anak ketiga dalam keluarga.

                Saya mempunyai sebuah keluarga yang bahagia. Saya amat bersyukur kepada Tuhan kerana hidup saya lengkap dengan kehadiran insan yang bergelar ayah,ibu,abang yang membentuk keluarga saya. Ayah dan ibu merupakan merupakan individu yang paling saya sayangi dan hormati dalam hidup saya. Walaupun kadang kala saya gagal menurut perintah mereka dan melakukan kesilapan,mereka tetap menyayangi saya dan menasihati saya serta sentiasa mengharapkan yang terbaik untuk saya.

                    Saya juga mempunyai seorang abang  Abang saya yg perama  berusia 28 tahun dan yg kedua berusia 25 tahun . Kami telah dididik dengan baik oleh kedua ibu bapa kami. Sekiranya kami melakukan kesilapan,ayah saya akan menasihati kami dengan cara yang baik dan tidak pernah menghukum kami. Saya dan kakak saya boleh dikatakan sebagai individu yang memiliki sikap degil atau keras kepala. Namun begitu, jika dilihat dari perspektif yang positif, kami boleh dianggap sebagai individu yang berpendirian tegas.

                 Selain itu,saya merupakan seorang yang berkeyakinan tinggi. Saya yakin bahawa saya akan dapat melakukan yang terbaik dalam apa jua tugas yang dilakukan sekiranya dilaksanakan dengan cara yang betul dan disertai dengan usaha yang gigih. Selain itu,doa turut menjadi faktor kejayaan seseorang. Justeru, setiap usaha  yang diambil perlu disulami dengan doa dan iltizam yang tinggi.

                     Saya suka melakukan tugas-tugas saya secara sistematik. Oleh itu,saya akan menjalani aktiviti harian saya berpandukan jadual harian yang telah saya sediakan. Hal ini juga amat membantu saya menguruskan masa dengan bijak kerana saya sentiasa mengetahui apa yang perlu saya lakukan pada masa-masa tertentu. Justeru,saya dapat mengelakkan pembaziran masa. Tambahan pula,pengurusan masa yang baik amat penting kepada saya yang memikul tanggungjawab sebagai seorang pelajar.

                    Pada masa senggang,saya gemar membaca buku. Antara bahan bacaan yang menjadi pilihan saya ialah novel,majalah,dan buku-buku fiksyen. Saya gemar membaca kerana saya mendapat kepuasan apabila membaca. Selain itu,saya amat suka melayari internet dan membaca untuk mengumpul maklumat mengenai kerjaya profesional yang mungkin  akan saya ceburi kelak. Saya ingin mengetahui dengan lebih mendalam tentang sesuatu kerjaya sebelum menceburinya supaya saya akan dapat membuat keputusan mengikut minat saya.

                     Subjek kegemaran saya ialah BahasaInggris,FisikaPendidikan Islam dan juga Sains. Saya meminati bidang undang-undang dan bercita-cita untuk menjadi seorang Teknisi pada masa depan. Saya merupakan seorang yang bercita-cita tinggi. Saya ingin menjadi seorang yang berilmu supaya saya akan dapat mencapai kejayaan dalam hidup dan akan sentiasa dihormati.

Sabtu, 15 April 2017

MEMANUSIAKAN MANUSIA

ILMU BUDAYA DASAR

A. Manusia Dengan Cinta Kasih

                                                        Pengertian Cinta Kasih dan Sayang
   
 Ada beberapa pendapat mengenai pengertian cinta kasih. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia karangan W.J.S. Purwodarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau rasa sayang (kepada), ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih, artinya perasaan sayang atau cinta (kepada) atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian, arti cinta dan kasih itu hamper sama sehingga kata kasih dapat dikatakan lebih memperkuat rasa cinta. Oleh karena itu, cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
Walaupun cinta dan kasih mengandung arti yang hampir sama, antara keduanya terdapat perbedaan, yaitu cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam, sedangkan kasih merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa, mengarah pada orang atau yang dicintai. Dengan kata lain, bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.

                                                                   Pengertian Kasih Sayang  

Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa Indonesia karangan W.J.S Poerwadaminta yaitu perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka pada seseorang. Dalam berumah tangga kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan. Kasih sayang ini merupakan pertumbuhan dari cinta. Dalam kasih sayang sadar atau tidak dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka,  sehingga keduannya merupakan suatu kesatuan yang utuh. Seorang remaja menjadi frustasi, morfinis, berandalan dan sebagainya itu disebabkan karena kekurangan perhatian dan kasih sayang dalam kehidupan keluarga.

  Macam-macam Cinta


  Cinta Diri Sendiri
Secara alami manusia mencintai dirinya sendiri (self love) dan banyak orang yang menafsirkan cinta diri sendiri diidentikan dengan egoistis. Jika demikian cinta diri sendiri ini bernilai negatif. Namun apabila diartikan bahwa cinta diri sendiri adalah mengurus dirinya sendiri, sehingga kebutuhan jamsmani dan rohaninya terpenuhi seimbang  ini bernilai positif.


Cinta Sesama Manusia / Persaudaraan

Cinta kepada sesama manusia atau persaudaraan (agape. Bahasa Yunani) itu merupakan watak manusia itu sendiri dan diwujudkan dalam tingkah laku atau perbuatannya kepada sesama manusia. Perbuatan dan perlakuan yang baik kepada sesama manusia bukan berarti karena seseorang itu membela, menyetujui, mendukung dan berguna, bagi dirinya, melainkan dating dari hati nuraninya yang ikhlas disertai tujuan yang mulia. Motivasi perbuatan dan perlakuan seseorang mencintai sesama manusia itu disebabkan karena pada dasarnya manusia tidak dapat hidup sendirian (manusia sebagai makhluk social) dan sudah merupakan suatu kewajiban.


Cinta Erotis

Cinta yang erat dorongannya dengan dorongan seksual (sifat membirahikan) ini merupakan sifat eksklusif (khusus) yang bias memperdayakan cinta yang sebenarnya. Hal itu dikarenakan cinta dan nafsu tersebut letaknya tidak berbeda jauh. Disi lain Cinta erotis jika didasari dengan cinta ideal, kasih sayang, keserasian maka berfungsi dalam melestarikan keturunan dalam ikatan yang sah yaitu pernikahan. Sebaliknya jika tidak didasari kasih sayang yaitu nafsu yang membutakan akal pikiran sehingga yang ada hanya nafsu birahi didalamnya akan timbul rasa ketidak puasan, biasanya berakhir dengan sebuah perceraian bahkan akan mungkin timbul juga perselingkuhan atau ke tempat pelacuran yang didalamnya tidak mungkin akan timbul rasa kasih sayang karena yang ada hanya nafsu birahi berhubungan badan saja, dengan uang sebagai bayarannya.

Cinta terhadap Allah

Merupakan puncak cinta manusia, yang paling jernih, spiritual dan yang dapat memberikan tingkat perasaan kasih sayang yang luhur, khususnya perasaan simpatik dan sosial. Cinta yang ikhlas seorang manusia kepada Allah akan membuat cinyta menjadi kekuatan pendorong yang mengarahkannya dalam kehidupan dan menundukkan semua bentuk cinta yang lain.
Cinta terhadap Rasul

Ini merupakan ideal yang sempurna bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat luhur lainnya.

                                             PUISI CINTA KEPADA ALLAH DAN RASUL


YA RABBI

kusibukakan dia dengan cintaku
seperti ENGKAU sibukan hatiku dengan cintanya
agar menjadi ringan apa yang bersemayam di hatiku..
aku memohon kepada dzat yang membalikan keinginan
hasratku kepadamu dan hastarmu kepadaku
atau biarkan cinta mengalir di hatiku…
“ada kafilah yang berlalu menjelang malam
jalan berdebu dan malam merambat kelam
mereka menggiring hasrat menyatu dengan bumi
perjalananpun tenggelam di balik ambisi
bintang malam menuntun yang mereka harapkan
yang menggantung di atas bintang dan kenikmatan
dalam pemeliharaan yang tidak di dapat orang lain
tak peduli celaan orang yang suka melontar celaan “
 B. MANUSIA DENGAN KEINDAHAN
                                        PENGERTIAN MANUSIA DAN KEINDAHAN

Manusia adalah makhluk ciptaan ALLAH swt yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya, karena manusia mempunyai akal dan pikiran untuk berfikir secara logis dan dinamis, dan bisa membatasi diri dengan perbuatan yang tidak dilakukan, dan kita pun bisa memilih perbuatan mana yang baik (positif) atau buruk (negatif) buat diri kita sendiri. Selain itu dapat diartikan manusia secara umum adalah manusia sebagai makhluk pribadi dan makhluk sosial. Karena bukan hanya diri sendiri saja tetapi manusia perlu bantuan dari orang lain. Maka sebab itu manusia adalah makhluk pribadi sekaligus makhluk sosial.
Keindahan, sering diutarakan kepada situasi tertentu, arti kata keindahan yaitu berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Keindahan identik dengan kebenaran. Keindahan identik dengan kebenaran, sesuatu yang indah itu selalu mengandung kebenaran. Walaupun kelihatanya indah tapi tidak mengandung kebenaran maka hal itu pada prinsipnya tidak indah. Keindahan atau keelokan merupakan sifat dan ciri dari orang, hewan, tempat, objek, atau gagasan yang memberikan pengalaman persepsi kesenangan, bermakna, atau kepuasan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Sebuah “kecantikan yang ideal” adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya.


  PERBEDAAN ANTARA KEINDAHAN SEBAGAI KUALITAS ABSTRAK DAN SEBAGAI SEBUAH BENDA YANG INDAH
Keindahan sebagai suatu kualitas abstrak (Beauty as an abstract quality) menggambarkan sesuatu yang kontemporer dan bersifat nonrealistic di mana sang pencipta karya menggambarkan sesuatu yang tidak bisa dimengerti secara umum dan tidak sesuai dengan realita. Keindahan sebagai kualitas abstrak menggambarkan suatu bentuk dalam yang keindahan di mana keindahan tersebut bersifat eksklusif dan hanya dapat dimengerti oleh orang yang menciptakan keindahan tersebut berdasarkan apa yang dipahaminya.
Sedangkan keindahan sebagai sebuah benda tertentu yang indah adalah keindahan yang memiliki konsep pemahaman dan nilai yang berbeda dengan kualitas abstrak di mana benda yang dimaksud dalam hal ini adalah sesuatu yang mewakili keindahan secara umum dan dapat dengan mudah diterima maupun dipahami oleh masyarakat.

Contoh keindahan dalam bentuk benda:
Secara alami : Manusia menaruh rasa kagum atas keindahan alam yang merupakan ciptaan dari Yang Maha Kuasa.
Buatan tangan : Karya seni yang memiliki nilai estetika yang dapat dinilai oleh manusia.
Menurut cakupan orang harus membedakan antara keindahan sebagai suatu kwalita yang abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah. Dalam pembatasan filsafah kedua pengertian itu kadang-kadang dicampuradukkan saja. Disamping itu terdapat pula perbedaan menurut luasnya pengertian, yakni :
a) keindahan dalam arti yang luas
b) keindahan dalam arti estetis murni
c) keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan

  KEINDAHAN YANG SELUAS-LUASNYA

Keindahan sebagai suatu kualitas abstrak (Beauty as an abstract quality) menggambarkan sesuatu yang kontemporer dan bersifat nonrealistic di mana sang pencipta karya menggambarkan sesuatu yang tidak bisa dimengerti secara umum dan tidak sesuai dengan realita. Keindahan sebagai kualitas abstrak menggambarkan suatu bentuk dalam yang keindahan di mana keindahan tersebut bersifat eksklusif dan hanya dapat dimengerti oleh orang yang menciptakan keindahan tersebut berdasarkan apa yang dipahaminya.
Sedangkan keindahan sebagai sebuah benda tertentu yang indah adalah keindahan yang memiliki konsep pemahaman dan nilai yang berbeda dengan kualitas abstrak di mana benda yang dimaksud dalam hal ini adalah sesuatu yang mewakili keindahan secara umum dan dapat dengan mudah diterima maupun dipahami oleh masyarakat.
Contoh keindahan dalam bentuk benda:
Secara alami : Manusia menaruh rasa kagum atas keindahan alam yang merupakan ciptaan dari Yang Maha Kuasa.
Buatan tangan : Karya seni yang memiliki nilai estetika yang dapat dinilai oleh manusia.
Menurut cakupan orang harus membedakan antara keindahan sebagai suatu kwalita yang abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah. Dalam pembatasan filsafah kedua pengertian itu kadang-kadang dicampuradukkan saja. Disamping itu terdapat pula perbedaan menurut luasnya pengertian, yakni :
a) keindahan dalam arti yang luas
b) keindahan dalam arti estetis murni
c) keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan.



  PENGERTIAN ESTETIK
Keindahan dalam arti estetik murni menyangkut pengalaman estetis dari seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang dicerapnya. Sedang keindahan dalam arti terbatas lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dicerapnya dengan penglihatan, yakni berupa keindahan dari bentuk dan warna. Dalam rangka teori umum tentang nilai The Liang gie menjelaskan bahwa pengertian keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai sepertihalnya nilai moral, nilai ekonomik, nilai pendidikan dan sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan segaa sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik.



  PERBEDAAN NILAI EKSTRINSIK DAN INTRINSIK

Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya ( instrumental/contributory) yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu.
Nilai instrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atau sebagai sesuatu tujuan, atau demi kepentingan benda itu sendiri.


  PENGERTIAN TENTANG KONTEMPLASI DAN EKSTANSI

Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah yang merupakan suatu proses bermeditasi merenungkan atau berpikir penuh dan mendalam untuk mencari nilai-nilai, makna, manfaat dan tujuan atau niat suatu hasil penciptaan.
Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah.
Apabila kontemplasi dan ekstansi itu dihubungkan dengan kreativitas, maka kontemplasi itu faktor pendorong untuk menciptakan keindahan, sedangkan ekstansi merupakan faktor pendorong untuk merasakan, menikmati keindahan. Karena derajat atau tingkat kontemplasi dan ekstansi itu berbeda-beda antara setiap manusia, maka tanggapan terhadap keindahan karya seni juga berbeda-beda.

PUISI MANUSIA DENGAN KEINDAHAN


Keindahanmu sulit untuk dilukiskan
Rambut hitam mu kini sudah mulai memutih
Kulit mu yang sudah mulai keriput Tidak pernah memperlihatkan  lelahmu

Kau bagaikan lentera dihidupku Memberikan kasih sayang yang tulus Sikapmu yang lemah lembut dan penyabar Tidak ada seorangpun yang dapat menggantikan hadirmu 

Kau mengajari aku apa itu arti bersyukur Mengajari aku apa itu kesabaran yang sesungguhnya Tutur katamu yang halus menyejukan hati Dan senyum dibibir tipismu membuat hidup lebih berarti

Kaulah sosok panutanku Yang mengasihiku tanpa pamrih Mencintai dengan tulus Terimasih Kau telah hadir di hidupku


C. MANUSIA DENGAN PENDERITAAN

PENGERTIAN PENDERITAAN
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dara artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dapat berupa penderitaan lahir atau batin atau lahir dan batin. Penderitaan termasuk realitas manusia dan dunia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat, ada yang ringan.
Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit kembali bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.Berbagai kasus penderitaan terdapat dalam kehidupan.
Banyaknya macam kasus penderitaan sesuai dengan liku liku kehidupan manusia. Penderitaan fisik yang dialami manusia tentulah diatasi dengan cara medis untuk mengurangi atau menyembuhkannya, sedangkan penderitaan psikis, penyembuhan nya terletak paa kemampuan si penderita dalam menyelesaikan soal-soal psikis yang dihadapinya.
SIKSAAN
Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan. Siksaan yang sifatnya psikis bisa berupa : kebimbangan, kesepian, ketakutan. Ketakutan yang berlebih-lebihan yang tidak pada tempatnya disebut phobia.banyak sebab yang menjadikan seseorang merasa ketakutan antara lain : claustrophobia dan agoraphobia, gamang, ketakutan, kesakitan, kegagalan.
Para ahli ilmu jiwa cenderung berpendapat bahwa phobia adalah suatu gejala dari suatu problema psikologis yang dalam, yang harus ditemukan, dihadapi, dan ditaklukan sebelum phobianya akan hilang. Sebaliknya ahli-ahli yang merawat tingkah lakupercaya bahwa suatu phobia adalah problem nya dan tidak perlu menemukan sebab-sebabnya supaya mendapatkan perawatan dan pengobatan. Kebanyakan ahli setuju bahwa tekanan dan ketegangan disebabkan oleh karena si penderita hidup dalam keadaan ketakutan terus menerus, membuat keadaan si penderita sepuluh kali lebih parah.
KEKALUTAN MENTAL
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah laku secara kurang wajar.
Gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :
1. nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung
2. nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah
Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah :
1. Gangguan kejiwaan nampak pada gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rohani.
2. Usaha mempertahankan diri dengan cara negatif
3. Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang 3bersangkutan mengalami gangguan.
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental :
1. Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna.
2. Terjadinya konflik sosial budaya.
3. Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial.
Proses kekalutan mental yang dialami seseorang mendorongnya kearah positif dan negatif.
Positif; trauma jiwa yang dialami dijawab dengan baik sebgai usaha agar tetap survey dalam hidup, misalnya melakukan sholat tahajut, ataupun melakukan kegiatan yang positif setelah kejatuhan dalam hidupnya.
Negatif; trauma yang dialami diperlarutkan sehingga yang bersangkutan mengalami frustasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapai nya apa yang diinginkan.
Bentuk frustrasi antara lain :
1. Agresi berupa kemarahan yang meluap-luap akibat emosi yang tak terkendali dan secara fisik berakibat mudah terjadi hipertensi atau tindakan sadis yang dapat membahayakan orang sekitarnya.
2. Regresi adalah kembali pada pola perilaku yang primitif atau ke kanak-kanakan
3. Fiksasi; adalah peletakan pembatasan pada satu pola yang sama (tetap) misalnya dengan membisu.
4. Proyeksi; merupakan usaha melemparkan atau memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap sendiri yang negatif kepada orang lain.
5. Identifikasi; adalah menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam imaginasinya
6. Narsisme; adalah self love yang berlebihan sehingga yang bersangkutan merasa dirinya lebih superior dari paa orang lain.
7. Autisme; ialah menutup diri secara total dari dunia riil, tidak mau berkomunikasi dengan orang lain, ia puas dengan fantasi nya sendiri yang dapat menjurus ke sifat yang sinting.
Penderitaan kekalutan mental banyak terdapat dalam lingkungan seperti :
1. kota – kota besar
2. anak-anak muda usia
3. wanita
4. orang yang tidak beragama
5. orang yang terlalu mengejar materi
Apabila kita kelompokan secara sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut :
1. Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia.
2. Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan/azab Tuhan
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negative. Sikap negative misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, atau ingin bunuh diri. Kelanjutan dari sikap negatif ini dapat timbul sikap anti, mislanya anti kawin atau tidak mau kawin, tidak punya gairah hidup, dan sebagainya. Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah, bahkan mungkin timbul sikap keras atau sikap anti. Misalnya sifat anti kawin paksa, ia berjuang menentang kawin paksa, dan lain lain.
PENYEBAB MUNCULNYA PENDERITAAN
Penderitaan yang muncul karena perbuatan buruk manusia
Menurut pandangan saya, penderitaan ini muncul disebabkan hubungan antara manusia dengan lingkungan sekitarnya baik dengan antar sesama manusia ataupun dengan alam. Penderitaan ini dapat muncul karena ketidak harmonisan antara elemen satu dengan yang lainnya. contohnya pada hubungan dalam bermasyarakat, ada kalanya didalam bermasyarakat terdapat perbedaan pendapat yang dapat menimbulkan perselisihan diantara satu dengan yang lainnya, hal ini bisa saja mengakibatkan timbulnya rasa dengki, marah, bahkan saling menuduh atau menjelek-jelekan. dari sinilah penderitaan muncul karena perbuatan saling tidak menyukai tersebut. dalam hal ini, penderitaan yang dialami adalah penderitaan secara batin karena terdapat rasa sakit hati apabila ada seseorang yang menjelek-jelekan bahkan rasa itu bisa saja semakin sakit apabila sudah terjadi pertengkaran yang membuat hubungan didalam masyarakat sudah tidak ada rasa nyaman dan aman. Selain karena ketidak harmonisan dengan sesama, ketidak harmonisan dengan alam juga dapat membawa penderitaan. contohnya apa yang sedang terjadi saat ini yaitu bencana alam terjadi dimana-mana. karena kesalahan manusia terhadap alam lah yang membuat alam menjadi tidak bersahabat lagi dengan manusia maka muncul lah penderitaan pada setiap orang yang terkena bencana alam. penderitaan yang dialami adalah penderitaan secara fisik dan batin, karena mereka yang terkena bencana alam harus rela kehilangan harta benda bahkan keluarga mereka.
PUISI MANUSIA DENGAN PENDERITAAN
 Ketika aku belari....
Mengejar impian yang aku dambakan....
Namun aku sadar, semuanya hanya sebatas impian..
Impian yang tak akan pernah menjadi nyata...
Hanya sebatas bunga tidur, tarian surga dikala terlelap...

Ketika segala kehidupan yang tidak sesuai dengan harapan...
Rasanya aku ingin marah, marah kepada tuhan...

"Yatuhan, kenapa kau berikan hambamu ini penderitaan yang bertubi-tubi? Aku taat padamu, tapi kenapa hidup ini penuh dengan derita? Mengapa kehidupan yang kuimpikan hanya sebatas angin lewat?"

Meskipun kau tau, tidak ada gunanya aku marah pada tuhan...
Yang ada hanya dosa dan segunung tambahan penderitaan..

Aku tahu, bahwa sesuatu tidak ada yang mudah...
Bahwa sesuatu yang diinginkan tidak selalu tercapai...
Namun aku ingin sekali menyudahi penderitaan ini...
Aku ingin impianku terwujud...

Aku ingin ketika aku membuka mata, kulihat impianku dapat kugampai dalam hitungan detik...
Bukan hanya penderitaan ini..
D. MANUSIA DENGAN KEADILAN

Pengertian Keadilan
Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah antara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem ini menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama, kalau tidak sama, maka masing – masing orang akan menerima bagian yang tidak sama, sedangkan pelangggaran terjadap proporsi tersebut disebut tidak adil.
Keadilan oleh Plato diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri dan perasaannya dikendalikan oleh akal. Socrates memproyeksikan keadilan pada pemerintahan. Menurut Socrates, keadilan akan tercipta bilamana warga Negara sudah merasakan bahwa pemerintah sudah melakukan tugasnya dengan baik. Mengapa diproyeksikan kepada pemerintah ? sebab pemerintah adalah pimpinan pokok yang menentukan dinamika masyarakat. Kong Hu Cu berpendapat bahwa keadilan terjadi apabila anak sebagai anak, bila ayah sebagai ayah, bila raja sebagai raja, masing-masing telah melaksanakan kewajibannya. Pendapat ini terbatas pada nilai-nilai tertentu yang sudah diyakini atau disepakati.
Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan pelakuan yang seimbang antara hak-hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi hak nya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.
PENGERTIAN KEADILAN
Keadilan memberikan kebenaran, ketegasan dan suatu jalan tengah dari berbagai persoalan juga tidak memihak kepada siapapun. Dan bagi yang berbuat adil merupakan orang yang bijaksana.
Contoh Keadilan:
Seorang koruptor yang memakan uang rakyat. Koruptor di tangkap dan dimasukan kepenjara selama 2 tahun tanpa ada goresan luka sedikit pun pada wajahnya. Hal tersebut mencerminkan bahwa hakim dan jaksa di indonesia tidak adil pada rakyat kecil yang dikarenakan mencuri dompet mendapatkan masa kurungan lebih dari sang koruptor, padahal koruptor lah yang mencuri uang rakyat lebih banyak dari pada pencopet itu. Bahkan koruptor bisa mendapatkan fasilitas yang istimewa bahkan seperti apartemen didalam penjara.

KEADILAN SOSIAL
Seperti pancasila yang bermaksud keadilan sosial adalah langkah yang menetukan untuk melaksanakan Indonesia yang adil dan makmur. Setiap manusia berhak untuk mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya sesuai dengan kebijakannya masing-masing.
5  Wujud keadilan sosial yang diperinci dalam perbuatan dan sikap:
Dengan sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia manusia Indonesia menyadari hak dan kewajiban yang sama untuk untuk menciptakan keadilan sosial dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Selanjutnya untuk mewujudkan keadilan sosial itu, diperinci perbuatan dan sikap yang perlu dipupuk, yakni :
1. Perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
2. Sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain.
3. Sikap suka memberi pertolongan kepada orang yang memerlukan
4. Sikap suka bekerja keras.
5. Sikap menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bersama.
Asas yang menuju dan terciptanya keadilan sosial itu akan dituangkan dalam berbagai langkah dan kegiatan, antara lain melalui delapan jalur pemerataan yaitu :
1. Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat banyak khususnya pangan, sandang dan perumahan.
2.      Pemerataan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan.
3.      Pemerataan pembagian pendapatan.
4.      Pemerataan kesempatan kerja.
5.      Pemerataan kesempatan berusaha.
6.    Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan khususnya bagi generasi muda dan  kaum wanita.
7.      Pemerataan penyebaran pembangunan di seluruh wilayah tanah air.
8.      Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan.
BERBAGAI MACAM KEADILAN
a)   Keadilan Legal atau Keadilan Moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya (Than man behind the gun). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan Sunoto menyebutnya keadilan legal.
b)   Keadilan Distributif
Aristoles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama (justice is done when equals are treated equally) Sebagai contoh: Ali bekerja 10 tahun dan budi bekerja 5 tahun. Pada waktu diberikan hadiah harus dibedakan antara Ali dan Budi, yaitu perbedaan sesuai dengan lamanya bekerja. Andaikata Ali menerima Rp.100.000,-maka Budi harus menerima Rp. 50.000,-. Akan tetapi bila besar hadiah Ali dan Budi sama, justru hal tersebut tidak adil.
c)   Komutatif
Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrim menjadikan ketidak adilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.
Contoh :
Dr.Sukartono dipanggil seorang pasien, Yanti namanya, sebagai seorang dokter ia menjalankan tugasnya dengan baik. Sebaliknya Yanti menanggapi lebih baik lagi. Akibatnya, hubungan mereka berubah dari dokter dan pasien menjadi dua insan lain jenis saling mencintai. Bila dr. sukartono belum berkeluarga mungkin keadaan akan baik saja, ada keadilan komutatif. Akan tetapi karena dr. sukartono sudah berkeluarga, hubungan itu merusak situasi rumah tangga, bahkan akan menghancurkan rumah tangga. Karena Dr.Sukartono melalaikan kewajibannya sebagai suami, sedangkan Yanti merusak rumah tangga Dr.Sukartono.
KEJUJURAN
Kejujuran atau jujur artinya apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya, apa yang dikatakannya sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan-perbuatan yang berarti bahwa apa yang dikatakan harus sama dengan perbuatannya. Karena itu jujur juga menepati janji atau kesanggupan yang terlampir melalui kata-kata ataupun yang masih terkandung dalam nuraninya yang berupa kehendak, harapan dan niat.
Hakikat kejujuran dalam hal ini adalah hak yang telah tertetapkan, dan terhubung kepada Tuhan. Ia akan sampai kepada-Nya, sehingga balasannya akan didapatkan di dunia dan akhirat. Tuhan telah menjelaskan tentang orang-orang yang berbuat kebajikan, dan memuji mereka atas apa yang telah diperbuat, baik berupa keimanan, sedekah ataupun kesabaran. Bahwa mereka itu adalah orang-orang jujur dan benar. Dan pada hakekatnya jujur atau kejujuran dilandasi oleh kesadaran moral yang tinggi, kesadaran pengakuan akan adanya sama hak dan kewajiban, serta rasa takut terhadap kesalahan atau dosa.
KECURANGAN
Kecurangan atau curang identik dengan ketidak jujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Sudah tentu kecurangan sebagai lawan jujur.
Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nuraninya. Atau orang itu memang dari hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan usaha. Kecurangan menyebabkan manusia menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya dan senang bila masyarakat sekelilingnya hidup menderita.
Sebab-Sebab Seseorang Melakukan Kecurangan
Bermacam-macam sebab orang melakukan kecurangan, ditinjau dari hubungan manusia dengan alam sekitarnya ada empat aspek yaitu:
1.      Aspek ekonomi
2.      Aspek kebudayaan
3.      Aspek peradaban
4.      Aspek tenik
PUISI MANUSAI DENGAN KEADILAN
 Tak pilih kasih suatu keadilan
sisi yang ringan diberatkan
sisi yang berat diringankan
agar seimbang  timbangan

Tak bermata suatu kebenaran
semua sama diperlakukan
yang salah tetap disalahkan
yang benar harus dibenarkan

Tak bertiang langit kejujuran
ia dibangun dengan kearifan
dengan mata pedang keadilan
keyakinan berdiri di atas kebenaran


SOURCE :

 https://sintakusumasworowardhani.wordpress.com/2014/11/11/makalah-manusia-dan-cinta-kasihilmu-budaya-dasar/

 https://mariefrancis65.wordpress.com/2013/12/03/makalah-tugas-ibd-ilmu-budaya-dasar-manusia-dan-keindahan/

lmubudayadasarardhi.blogspot.co.id/2012/11/manusia-dan-penderitaan.html

 https://devilmavioso.wordpress.com/update-post/tulisan/manusia-dan-keadilan/

Rabu, 15 Maret 2017

ILMU BUDAYA DASAR

A. LATAR BELAKANG MEMPELAJARI ILMU BUDAYA DASAR

latar belakang ilmu budaya dasar dalam konteks budaya, negara, dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan permasalahan sebagai berikut:

1. Kenyataan bahwa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa, dan segala keanekaragaman budaya yang   tercermin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yang biasanya tidak lepas dari ikatan-ikatan (primodial) kesukuan dan kedaerahan.

2. Proses pembangunan dampak positif dan negatif berupa terjadinya perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusiapun terkena pengaruhnya. Akibat lebih jauh dari pembenturan nilai budaya ini akan timbul konflik dalam kehidupan.


3. Kemajuan ilmu pengetahuan dalam teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yang telah diciptakannya. Hal ini merupakan akibat sifat ambivalen teknologi, yang disamping memiliki segi-segi positifnya, juga memiliki segi negatif akibat dampak negatif teknologi, manusia kini menjadi resah dan gelisah.

B.  TUJUAN BELAJAR ILMU BUDAYA DASAR

1. Mengenal lebih dalam dirinya sendiri maupun orang lain yang sebelumnya lebih dikenal luarnya saja

2. Mengenal perilaku diri sendiri maupun orang lain

3. Sebagai bekal penting untuk pergaulan hidup

4. Perlu bersikap luwes dalam pergaulan setelah mendalami jiwa dan perasaan manusia serta mau tahu perilaku manusia

5. Tanggap terhadap hasil budaya manusia secara lebih mendalam sehingga lebih peka terhadap masalah-masalah pemikiran perasaan serta perilaku manusia dan ketentuan yang diciptakannya

6. Memiliki penglihatan yang jelas pemikiran serta yang mendasar serta mampu menghargai budaya yang ada di sekitarnya dan ikut mengembangkan budaya bangsa serta melestarikan budaya nenek moyang leluhur kita yang luhur nilainya

7. Sebagai calon pemimpin bangsa serta ahli dalam disiplin ilmu tidak jatuh kedalam sifat-sifat kedaerahan dan kekotaan sebagai disiplin ilmu yang kaku

8. Sebagai jembatan para saran yang berbeda keahliannya lebih mampu berdialog dan lancar dalam berkomunikasi dalam memperlancar pelaksanaan pembangunan diberbagai bidang mampu memenuhi tuntutan masyarakat yang sedang membangun serta mampu memenuhi tuntutan perguruan tinggi khususnya Dharma pendidikan

C. ILMU BUDAYA DASAR HUBUNGANNYA DENGAN MANUSIA & KEBUDAYAAN

 Dalam hubungannya dengan lingkungan, manusia merupakan suatu oganisme hidup (living organism). Terbentuknya pribadi seseorang dipengaruhi oleh lingkungan bahkan secara ekstrim dapat dikatakan, setiap orang berasal dari satu lingkungan, baik lingkungan vertikal (genetika, tradisi), horizontal (geografik, fisik, sosial), maupun kesejarahan. Tatkala seoang bayi lahir, ia merasakan perbedaan suhu dan kehilangan energi, dan oleh kaena itu ia menangis, menuntut agar perbedaan itu berkurang dan kehilangan itu tergantikan. Dari sana timbul anggapan dasar bahwa setiap manusia dianugerahi kepekaan (sense) untuk membedakan (sense of discrimination) dan keinginan untuk hidup. Untuk dapat hidup, ia membutuhkan sesuatu. Alat untuk memenuhi kebutuhan itu bersumber dari lingkungan.Oleh karena itu lingkungan mempunyai pengaruh besar terhadap manusia itu sendiri.

D. ILMU BUDAYA DASAR HUBUNGANNYA DENGAN MANUSIA DAN KESASTRAAN

 
Karya sastra adalah penjabaran abstraksi, namun filsafat yang menggunakan bahasa juga disebut abstrasi. Maka abstrak adalah cinta kasih, kebahagian, kebebasan dan lainnya yang digarap oleh filsafat. Dalam kesusastraan Ilmu Budaya Dasar dapat dihubungkan meliputi dengan bahasa, keagamaan, kesusastraan, kesenian, dan lainnya. Mengikuti pembagian ilmu pengetahuan seperti tersebut diatas maka Ilmu Budaya Dasar dan Ilmu Sosial Dasar adalah satuan pengetahuan yang dikembangkan sebagai usaha pendidikan. Konsep-konsep sosial dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah sosial yang dibahas dalam ilmu pengetahuan sosial, contohnya keanekaragaman dan konsep kesatuan sosial bertolak.

            Tanpa ada maksud menciptakan dikotomi dalam kesusastraan, ada perbedaan antara literatur biasa dengan sastra. Sastra memiliki sense of love yang lebih representatif. Sebagai contoh, literatur ekonomi dapat saja mencatat angka-angka. Ada benang merah yang menyatukan konsep kebudayaan kita. Tidak heran apabila para pendiri bangsa mampu melebur diri dalam Bhineka Tunggal Ika. Kearifan budaya lokal masih kuat. Elemen-elemen kearifan budaya lokal kita didominasi oleh ajaran.

SUMBER :

-  https://dieudonnejordy.wordpress.com/2013/04/06/latar-belakang-dan-tujuan-mempelajari-ilmu-budaya-dasar/

- https://cookpierun.wordpress.com/2016/03/13/manusia-dan-kesusastraan/

- http://fadiazriski.blogspot.co.id/2016/04/makalah-ilmu-budaya-dasar-manusia-dan.html


Minggu, 22 Januari 2017

PERMASALAHAN INTEGRASI DI NEGARA ASEAN

Integrasi Nasional adalah merupakan masalah yang dialami oleh semua negara atau nation yang ada di dunia, yang berbeda adalah bentuk permasalahan yang dihadapinya. Menghadapi masalah integrasi ini sebenarnya tidak memiliki kunci yang pasti karena masalah yang dihadapi berbeda dan latar belakang sosio kultular nation state yang berbeda pula. Sehingga masalah integrasi ini cenderung diselesaikan sesuai dengan kondisi negara yang bersangkutan. Ada yang menempuh jalan kekerasan ada yang menempuh strategi politik yang lunak.

A. INDONESIA 

Sejak awal abad ke-20, struktur masyarakat Indonesia yang masih ke sukuan mulai tergugat karena munculnya ide nasionalisme dan integrasi dari sekelompok elit Nusantara (Marzali, 2009). Wacana tentang perwujudan integrasi nasional di Indonesia telah banyak dibahas dan dicanangkan oleh berbagai pihak termasuk pemerintah dan institusi-institusi yang terkait. Perwujudan integrasi nasional ini menjadi penting karena pada dasarnya, dalam pembangunan nasional dibutuhkan gerak yang searah dari berbagai pihak dalam sebuah negara untuk mencapai tujuan-tujuan yang mengarah mada kesejahteraan dan ketentraman masyarakat. Masalah-masalah etnik yang masih banyak terjadi di Indonesia ini menjadi tantangan dan ancaman tersendiri bagi terciptanya integrasi nasional bangsa ini. Berdasarkan gambaran dari J.S Furnival (dalam Suparlan, 2005), masyarakat majemuk Indonesia cenderung tidak menjadi satu dan tidak merasa satu, mereka memiliki tradisi kultural sendiri dan memiliki interaksi yang sangat terbatas dengan kelompok suku lain. Lalu apakah ini hanya di diamkan saja? Pada dasarnya, perbedaan budaya, cara pandang, dan adat istiadat harus disinergikan satu sama lain, membangun rasa kebersamaan dalam suatu wilayah, dengan melepaskan simbol-simbol primordial dari komunitas adat, agar tercapai sebuah integrasi nasional yang telah dicita-citakan sejak Indonesia belum merdeka. Makalah ini berupaya mengaitkan berbagai jenis masalah yang terdapat dalam pemicu menjadi satu kesatuan, yaitu seputar ancaman mengenai terwujudnya integrasi nasional Indonesia, masalah komunitas/masyarakat adat yang terjadi di Indonesia, bagaimana cara menyikapi, mengatasi dan mencegahnya, termasuk juga langkah konstruktif pemerintah dalam mengatasi berbagai permasahan ini dan mengembangkan kegiatan budaya (kearifan lokal), yang saya rangkum dalam judul “Problematika Integrasi Nasional dan Masyarakat Adat di Indonesia”. 


B. MALAYSIA

   1. INTEGRASI ANTARA KAUM DIMALAYSIA: PERSPEKTIF SEJARAH,KELUARGA,        PENDIDIKAN DAN AGAMA


Kajian berkaitan dengan integrasi kaum di Malaysia agak kompleks. Inikerana, sosio politik setiap kaum bersifat perkauman. Agen-agen seperti sejarah,pendidikan, media, parti politik dan pertubuhan bukan kerajaan amat kuatmencengkam budaya politik setiap kaum. Ini semua sangat berkait rapat denganagenda kolonial British. Akhirnya, lahirlah setiap bangsa yang memperjuangkankepentingan masing-masing. Bukti-bukti ini diperolehi melalui tinjauan yang dibuat keatas kajian-kajian sebelum ini. Keadaan tidak banyak berubah sehingga ke hari ini.Kajian ini bertujuan menilai sejauh mana pengaruh agen sosio politik seperti sejarah,institusi keluarga dan pendidikan yang dilalui meninggalkan kesan terhadap hubunganantara kaum. Hasil kajian menunjukkan sosio-politik perkauman melahirkan sentimenperkauman yang tinggi. Integrasi masih lagi samar. Realitinya, sentimen perkaumanmasih kuat mencengkam budaya politik masyarakat berbilang kaum.

     2. KELUARGA DAN INSTITUSI PENDIDIKAN PERKAUMAN

Hyman (1959), Almond dan Verba (1963), Dawson dan Prewitt (1969), Dowse dan Hughes(1972), Dennis (1973) dan Kavanagh (1987) meletakkan agen keluarga dan sekolah adalahyang paling dominan dalam proses sosialisasi politik. Almond dan Verba (1984) amatmenekankan peri pentingnya peranan keluarga pada zaman kanak-kanak sebagai pembentukan sikap politik dan tingkah laku politik yang paling utama sebelum seseorang itumeningkat dewasa. Semua perkara yang dilalui ini akan diperturunkan dari satu generasi kesatu generasi (Langton 1969). Neena Sharma (1985) turut menyokong kenyataan ini.Pengaruh keluarga amat dominan dalam sosialisasi politik, dengan tidak menafikan pengaruhagen-agen lain seperti sekolah, media massa, rakan sebaya, parti politik dan sebagainya turutmenyumbang kepada proses ini. Sebelum Neena Sharma, pemikir lain seperti Wilson, Plato,Confucius, Bodin, Filmer, dan Locke bersependapat pekanak adalah terjemahan kepada perlakuan dan pemikiran apabila menjadi dewasa (Wilson1974)


3. THAILAND



Wilayah Patani pada awalnya mencakup suatu wilayah kesultanan yang cukup luas, Patani yang dimaksud merujuk pada sebuah Negeri Patani Besar (Patani Raya) meliputi wilayahwilayah Narathiwat (Teluban), Yala (Jalor) dan sebagian Senggora (Songkhla, daerah-daerah Sebayor dan Tibor) bahkan Kelantan, Kuala Trengganu dan Pethalung (Petaling). Dengan cakupan wilayah yang cukup luas tersebut Patani pada awalnya memiliki sejarah perdagangan dan ideologi ke-Islaman cukup panjang yang dapat dimaknai sebagai suatu wilayah geografis maupun ideologis Melayu Muslim dengan karakter berbeda. Wilayah Patani dahulunya adalah kerajaan Semi-Independent Melayu yang merupakan bagian kerajaan Siam dari Sukhothai dan Ayutthaya. Setelah Ayuthaya runtuh tahun 1767 Patani memperoleh kemerdekaan yang penuh, namun kemudian di bawah Raja Rama menjadi bagian dari Thailand lagi. Di tahun 1909, tejadi anexsasi oleh Kerajaan Siam sebagai bagian 2 dari suatu perjanjian pembagian wilayah dengan pihak Kerajaan Inggris. Wilayah kekuasaan seperti Yala dan Narathiwat pada mulanya bagian dari Patani, tetapi batal dipersatukan dan menjadi provinsi tersendiri. Semenjak periode tersebut kemunculan pemberontakan anti Siam mengawali kehadirannya, dan dalam beberapa kejadian perseteruan adakalanya mengakibatkan kekerasan1 . Topik tulisan di bawah ini akan berusaha menguraikan bagaimana proses sejarah integrasi wilayah Patani ke dalam wilayah Thailand diawali oleh kisah kerajaan yang merdeka menjadi sebuah wilayah subordinat Thailand. Perspektif kesejarahan akan dilihat untuk mengenali akar persoalan yang terjadi. Selain itu akan dilihat bagaimana perkembangan Patani setelah memasuki fase integrasi dengan masyarakat Thailand. Gambaran tersebut diharapkan dapat menghantarkan sebuah deskripsi mengenai perubahan identitas Muslim di Thailand melalui dinamika masyarakat Patani saat menghadapi lingkungan masyarakat yang lebih besar “dominasi nasional” negara Thailand.


4. VIETNAM

“Integrasi internasional adalah gugusan kata yang sering diungkapkan orang desawa ini. Berada dalam kecenderungan itu, kebudayaan Vietnam juga sedang selangkah demi selangkah melakukan integrasi internasional, berbaur pada arus kebudayaan dunia. Bagaimana perubahan kebudayaan Vietnam, bagaimana integrasinya juga menjadi masalah yang dibahas oleh  para pakar Vietnamologi baik domestik maupun peneliti kebudayaan dunia dalam lokakarya internasional ke-4 tentang Vietnamologi yang baru saja berlangsung di kota Hanoi. 

Ketika berbahas tentang kebudayaan pada periode integrasi, Profesor, Doktor Pham Duc Duong, Kepala Institut Penelitian Kebudayaan Ketimuran mengatakan: “Dulu, bagi Vietnam, dalam seluruh sejarahnya, kebudayaan tetap berada di depan, karena kebudayaan itu memutuskan masalah orang Vietnam mempertahankan Tanah Air untuk membangun Tanah Air. Dewasa ini, kita telah mengalami perkembangan secara modern, tapi kebudayaan tetap memainkan peranan fundasi spirituil bagi perkembangan itu. Ketika membangun Tanah Air dengan ilmu pengetahuan-teknologi dan mekanisme pasar, maka kita harus sangat memperhatikan posisi kebudayaan. Dalam perkembangan yang berkesinambungan dan integrasi global, saya pikir bahwa peranan kebudayaan adalah tenaga pendorong sekaligus merupakan adalah  akomodasi fundasi bagi perkembangan Vietnam. Dan justru itulah baru merupakan perkembangan yang berkesinambungan”.

54 etnis sesaudara di daerah yang berhuruf S telah memberikan keanekaragaman budaya bagi Vietnam. Setiap etnis dan setiap daerah punya satu ciri budaya yang khas dan inilah yang telah menciptakan daya tarik dari kebudayaan Vietnam terhadap banyak peneliti di banyak negeri di dunia. Dengan cara melakukan penelitian dan survei dari orang asing, kebudayaan Vietnam semakin menjadi multi dimensi dengan sudut pandang mereka. Doktor Lukas Parker, dosen Universitas RMIT kota Ho Chi Minh yang datang di Vietnam pada tahun 2008 yang pernah menyambut beberapa kali Hari Raya Tahun Baru Tradisional Imlek Vietnam (Hari Raya Tet) mengatakan: “Saya memilih penelitian tentang Hari Raya Tet Vietnam, karena ketika baru datang ke negara Anda, saya percaya bahwa melalui penelitian tentang Hari Raya Tet, saya bisa mencari tahu tentang bermacam-macam aspek dari kebudayaan dan masyarakat Vietnam. Ketika melakukan penelitian tentang Hari Raya Tet Vietnam ada banyak masalah,dimana Anda bisa memperluasnya ke banyak  segi lain dalam kehidupan orang Vietnam. Salah satu penelitian saya tentang Hari Raya Tet Vietnam ialah adat “sedekah desa” yang berlangsung di kota Ho Chi Minh”.



Selasa, 17 Januari 2017

V CLASS GAMTEK 3

TUGAS V CLASS GAMTEK 3

RANGKAIAN LOGIKA FULL HEDDER




LANGKAH-LANGKAH PEMBUATAN RANGKAIAN

1. untuk membuat gambar rangkaian logika tersebut hal yang pertama dilakukan yaitu membuka 
    softwere proteus terlebih dahulu yaitu ISIS (PROFESSIONAL SHEMATIC CAPTURE).
2. Adapun untuk mencari symbol gerbang logika yaitu dengan mengklik pic from libraries dan komponen  
    yang di gunakan yaitu gerabng AND , OR , XOR , logic probe , logic state.
3. Setelah semua komponen sudah di cari di pic from libraries barulah kita meyusun dan merangkai 
    sehingga menjadi rangkaian di atas.
4. Susunan atau tata letak komponen bisa di sesuaikan dengan kreasi sendiri.
5. Cara membuat judul dan nama , klik huruf “A” pada bagian pojok kanan bawah ,
     lalu klik tempat yamg akan di buat judul atau nama. Atur ukuran sesusai yang diinginkan.
6.  Selesai.

Jumat, 13 Januari 2017

ILMU SOSIAL DASAR

Pemkab Banyuwangi Sulap Kawasan Kumuh Kalilo Jadi Kampung Wisata



Jakarta - Penataan dan revitalisasi sungai jadi salah satu fokus kerja Pemkab Banyuwangi. Tak hanya mempercantik dengan berbagai ornamen, tapi juga menggugah kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat terus dikerjakan.

Semisal yang dilakukan di Kalilo, sungai legendaris yang membelah wilayah perkotaan Banyuwangi. Berbagai pembudayaan untuk menghargai sungai dilakukan dalam beragam cara. Seperti, menggelar festival kali bersih dan menyulap sungai menjadi destinasi wisata.

Cara terbaru yang kini dilakoni Pemkab Banyuwangi untuk mengontrol perilaku warga, yaitu seperti pemasangan kamera tersembunyi atau closed circuit television (CCTV). Sudah sepekan ini, 4 buah CCTV pertama dipasang di Kalilo. Kedepan, tak hanya di wilayah kota, pemasangan juga akan dilakukan di sungai lainnya. Prioritasnya di Sungai Kalimati Muncar dan Sungai Rogojampi.

Pemasangan CCTV ini sebagai bagian dari upaya untuk meminimali aktivitas yang berpotensi mengotori sungai.

Pemkab Banyuwangi Sulap Kawasan Kumuh Kalilo Jadi Kampung WisataFoto: Putri Akmal
"Semua aktivitas bisa terlihat, mulai dari buang sampah, pembuangan limbah industri rumah tangga sampai yang masih sembunyi-sembunyi kencing dan buang air besar (BAB) di pinggir sungai juga kelihatan. Itu semua terpantau lewat kamera CCTV yang dipasang," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas sambil tertawa ringan ketika berbincang dengan detikcom, Sabtu (14/1/2017).

Pembudidayaan pola hidup bersih dan sehat, sambung Anas, perlu ada 'pemaksaan' yang terstruktur. Pasalnya kebiasaan sehat itu perlu juga inovasi, di upayakan terus menerus dan tak pernah berhenti di kampanyekan. Apalagi setelah dipasang CCTV, ada 'sanksi sosial' yang bakal diterima warga jika nekat mencemari sungai.

"Kalau masih nekat mencemari sungai akan ditegur dan diumumkan ke publik luas. Nah jika kebiasaan pola hidup bersih warga sudah mulai terbentuk, maka masyarakat sendirilah yang akan merasakan hasilnya. Kawasan jadi lebih bersih, perilaku lebih disiplin dan hidup lebih bersih juga sehat," papar Anas.

Menurut Anas, kebersihan sungai juga merupakan elemen penting dalam menunjang sektor pariwisata di Banyuwangi. Kebersihan sungai juga ikut menentukan daya saing wisata lantaran wisatawan sangat menikmati daerah yang lingkungannya bersih. Apalagi di Pantai Boom akan dijadikan kawasan dermaga kapal pesiar. 

"Sungai-sungai yang bermuara di Pantai Boom harus dijaga benar kebersihannya," singkat Anas.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Husnul Chotimah menambahkan, KaliLo menjadi target utama penanganan. Sebab sungai ini masuk kategori sungai dengan kualitas air terendah yang hanya bisa dipergunakan untuk pertanian dan peternakan saja. Secara ekosistem, daya dukung dan daya tampung Kalilo menurun akibat buangan limbah domestik. 

"Untuk itu, sungai ini menjadi prioritas yang kami garap untuk ditingkatkan kualitasnya," tutup Husnul.

Menjamurnya industri rumah tangga seperti industri tahu dan tempe yang berdiri di sekitar bantaran Kalilo juga memiliki tantangan penyelesaian sendiri. Untuk mengurangi limbah domestik sungai mulai dari buang sampah rumah tangga hingga menjadi pembuangan industri rumah tangga tahu dan tempe, Pemkab Banyuwangi tahun ini membangun IPAL komunal untuk pengolahan tahu dan tempe bagi warga di sana.

Dan untuk mengkontrol kualitas air sungai, Pemkab Banyuwangi menyiapkan Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur tentang pengawasan sungai. 

"Kita butuh SOP terkait pengawasan, pelaporan dan sanksinya yang nantinya akan diatur dalam Perbup yang masih dalam proses penggodokan," tutup Husnul. 
(bdh/bdh)

https://news.detik.com/jawatimur/3395989/pemkab-banyuwangi-sulap-kawasan-kumuh-kalilo-jadi-kampung-wisata

TANGGAPAN DALAM ILMU SOSIAL DASAR 

Banyak orang yang tidak peduli lagi akan lingkungan sekitarnya, masyarakat yang tidak peduli akan lingkungan akan berdampak buruk pada masalah sosial seperti banjir dan saling menyalahkan seperti membuang sampah saling menuduh , ketika masyarakat mencontoh yang tidak baik kepada warga
           
 Sekitarnya maka warga yang ada dilingkunganya akan mencontoh warga tersebut dan biasanya akan muncul konflik saling menyalahkan seperti siapa yang duluan. Maka dari itu kita sebagai makhluk sosial kita harus memberikan contoh yang baik kepada lingkungan sekitar kita. Jagan memberi contoh yang buruk

           
 Karena jika kita memberi contoh yang buruk akan berdampak juga pada lingkungan sekitar kita , dan kitapun sebagai makhluk sosial harus berani menegur kepada orang yang membuang sampah sembarangan karena jikar kita tidak menegurnya maka akan percuma kita memberi contoh yang baik kepada lingkungan kita  

Dengan menyulap kawasan kumuh menjadi kampung wisata masyaratak bisa merasakan  dampak positif dan hiburan bagi warga masyarakat kampung Kalilulo Banyuwangi 




Jumat, 18 November 2016

Tugas ISD 2 pelapisan sosial dan kesamaan derajat

PELAPISAN SOSIAL
A. PENGERTIAN
    Masyarakat terbentuk dari individu-individu. Individu-individu yang terdiri dari berbagai latar belakang tentu akan membentuk suatu masyarakat heterogen yang terdiri dari kelompok-kelompok sosial. Dengan adanya atau terjadinya kelompok sosial ini maka terbentuklah suatu pelapisan masyarakat atau terbentuklah masyarakat yang berstrata.
   
   Masyarakat merupakan suatu kesatuan yang didasarkan ikatan-ikatan yang sudah teratur dan boleh dikatakan stabil. Sehubungan dengan ini, maka dengan sendirinya masyarakat merupakan kesatuan yang dalam pembentukannya mempunyai gejala yang sama.
   
   Masyarakat tidak dapat dibayangkan tanpa individu, seperti juga individu tidak dapat dibayangkan tanpa adanya masyarakat.
   
  Betapa individu dan masyarakat adalah komplementer dapat kita lihat dari kenyataan, bahwa :
manusia dipengaruhi oleh masyarakat demi pembentukan pribadinya;
individu mempengaruhi masyarakat dan bahkan bisa menyebabkan (berdasarkan pengaruhnya) perubahan besar masyarakatnya.
Setelah itu kita mengerti bahwa manusia sebagai makhluk sosial yang selalu mengalami perubahan sosial, marilah kita pelajari apa yang dimaksud dengan Stratifikasi Sosial atau Pelapisan Masyarakat.
B. PELAPISAN SOSIAL CIRI TETAP KELOMPOK SOSIAL
  Pembagian dan pemberian kedudukan yang berhubungan dengan jenis kelamin nampaknya menjadi dasar dari seluruh sistem social masyarakat kuno. Seluruh masyarakat memberikan sikap dan kegiatan yang berbeda kepada kaum laki-laki dan perempuan. Tetapi hal ini perlu diingat bahwa ketentuanketentuan tentang pembagian kedudukan antara laki-laki dan perempuan yang kemudian menjadi dasar daripada pembagian pekerjaan, semata-mata adalah ditentukan oleh sistem kebudayaan itu sendiri.
Kita lihat saja misalnya kedudukan laki-laki di Jawa berbeda dengan kedudukan laki-laki di Minangkabau. Di Jawa kekuasaan keluarga di tangan ayah sedang di Minangkabau tidak demikian. Dalam hubungannya dengan pembagian pekerjaan pun setiap suku bangsa memiliki cara sendiri-sendiri. Di Irian misalnya atau di Bali, wanita harus lebih bekerja keras daripada laki-laki.
Di dalam organisasi masyarakat primitif pun di mana belum mengenai tulisan, pelapisan masyarakat itu sudah ada. Hal ini terwujud berbagai bentuk sebagai berikut :
1) adanya kelompok berdasarkan jenis                  kelamin dan umur dengan pembedaanpembedaan hak dan kewajiban;
 
2) adanya kelompok-kelompok pemimpin suku yang berpengaruh dan memiliki hak-hak istimewa;
3) adanya pemimpin- yang saling berpengaruh;
C. TERJADINYA PELAPISAN SOSIAL
Terjadi dengan sendirinya
Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhanmasyarakat itu sendiri. Adapun orang-orang yang menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdasarkan atas kesengajaan yang disusun sebelumnya oleh masyarakat itu, tetapi berjalan secara alamiah dengan sendirinya. pengakuan-pengakuan terhadap kekuasaan dan wewenang tumbuh dengan sendirinya.
Oleh karena sifatnya yang tanpa disengaja inilah maka bentuk lapisan dan dasar dari pada pelapisan itu bervariasi menurut tempat, waktu dan kebudayaan masyarakat di mana sistem itu berlaku.
Pada pelapisan yang terjadi dengan sendirinya, maka kedudukan seseorang pada sesuatu strata atau pelapisan adalah secara otomatis, misalnya karena
usia tua, karena pemilikan kepan-daian yang lebih, atau kerabat pembuka, tanah, seseorang yang memiliki bakat seni atau sakti.
Terjadi dengan disengaja
Sistem pelapisan yang disusun dengan sengaja ditujukan untuk mengejar tujuan bersama. Di dalam sistem pelapisan ini ditentukan secara jelas dan tegas adanya wewenang dan keuasaan yang diberikan kepada seseorang. Dengan adanya pembagian yang jelas dalam hal wewenang dan kekuasaan ini maka di dalam organisasi itu terdapat keteraturan sehingga jelas bagi setiap orang di tempat mana letaknya kekuasaan dan wewenang yang dimiliki dan dalam suatu organisasi baik secara vertikal maupun secara horisontal.
PEMBEDAAN SISTEM PELAPISAN MENURUT SIFATNYA.
Menurut sifatnya, maka sistem pelapisan dalam masyarakat dapat dibedakan menjadi :
1) Sistem pelapisan masyarakat yang tertutup.
Di dalam sistem ini permindahan anggota masyarakat ke lapisan yang lain baik ke atas maupun ke bawah tidak mungkin terjadi, kecuali ada halhal yang istimewa. Di dalam sistem yang demikian itu satu-saturlya jalan untuk dapat masuk menjadi anggota dari suatu lapisan dalam masyarakat adalah karena kelahiran. Sistem pelapisan tertutup kita temui misalnya di India yang masyarakatnya mengenal sistem kasta. Sebagaimana kita ketahui masyarakat terbagi ke dalam :
Kasta Brahmana : yang merupakan kastanya golongan-golongan pendeta dan merupakaan kasta tertinggi.
Kasta Ksatria : merupakan kasta dari golongan bangsawan dan tentara yang dipandang sebagai lapisan kedua.
Kasta Waisya : merupakan kasta dari golongan pedagang yang dipandang sebagai lapisan menengah ketiga.
Kasta Sudra : merupakan kasta dari golongan rakyat jelata.
Paria : adalah golongan dari mereka yang tidak mempunyai kasta. Yang termasuk golongan ini misalnya kaum gelandangan, peminta dan sebagainya.
Sistem stratifikasi sosial yang tertutup biasanya juga kita temui di dalam masyarakat feodal atau masyarakat yang berdasarkan realisme. (Seperti pemerintahan di Afrika Selatan yang terkenal masih melakukan politik apartheid atau perbedaan warna kulit yang disahkan oleh undang-undang).
2) Sistem pelapisan masyarakat yang terbuka
Di dalam sistem yang demikian ini setiap anggota masyarakat memiliki kesempatan untuk jatuh ke lapisan yang ada di bawahnya atau naik ke lapisan yang di atasnya.
Sistem yang demikian ini dapat kita temukan misalnya di dalam masyarakat di Indonesia sekarang ini. Setiap orang diberi kesempatan untuk menduduki segala jabatan bila ada kesempatan dan kemampuan untuk itu. Tetapi di samping itu orang juga dapat turun dari jabatannya bila dia tidak mampu mempertahankannya.
Status (kedudukan) yang diperoleh berdasarkan atas usaha sendiri disebut "Achieve status".
Dalam hubungannya dengan pembangunan masyarakat, sistem pelapisan masyarakat yang terbuka sangat menguntungkan. Sebab setiap warga masyarakat diberi kesempatan untuk bersaing dengan yang lain. Dengan demikian orang berusaha untuk mengembangkan segala kecakapannya agar dapat meraih kedudukan yang dicita-dicitakan. Demikian- sebaliknya bagi mereka yang tidak bermutu akan semakin didesak oleh mereka yang cakap, sehingga yang bersangkutan bisa jadi jatuh ke tangga sosial yang lebih rendah.
PENYIMPANGAN  MASALAH PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT
Pelapisan social adalah perbedaan dalam masyarakat yang masuk ke dalam susunan bertinkat atau seperti kasta.
Faktor-faktor yang membentuk Pelapisan Sosial (Stratifikasi Sosial) adalah Kekayaan, Kekuasaan atau Kewenangan, Kehormatan, dan Ilmu Pengetahuan.
Sifat stratifikasi social tertutup yaitu membatasi perpindahan lapisan social seseorang. Sedangkan stratifikasi social tertutup memungkinkan seseorang berpindah lapisan sesuai kemampuan yang dimilikinya.
Kesamaan derajat adalah kesamaan diri sendiri kepada orang lain dan masyarakat, yang dinyatakan sebagai Hak Aasi Manusia.
Elite adalah golongan teratas atau menempati puncak struktur social yang terpenting dan mepunyai keunggulan dalam pencapaian di bidang mereka.
Massa adalah pengelompokan menyerupai keramaian yang berasal dari segala tingkatan social dan berbagai lapisan masyarakat